Posted in story

kota tua

Dari dulu sebenarnya q udh ingin banget ke kota tua jakarta. Tapi ya gt deh, ada aja buat ga berangkat-berangkat. Eh, tiba2 temen SMK q, Amri sms q ngajak ke kota tua. Ya udah q iyain aja, kapan lagi coba? klu di tunda-tunda. Akhirnya kita sepakat minggu pagi ketemuan di halte busway kota. Dan supaya ga kayak acara ngedate berdua aja, kita ajak Yohana, dy temen skul q jg dl.
Hari Minggu bangun pagi2, dan cabut ke kota tua. Setelah kumpul bertiga kita sarapan burger dulu, sok west mode on. Karena kita orang bertiga emang pada banci kamera, maka klu jalan2 ke tempat bersejarah bukannya memahami sejarah bangsa tapi adalah acara berfoto ria. Jalan-jalan sepanjang jalanan di kota tua, keren se menurut q tapi sayang gedung-gedung kunonya yg khas banget ama zaman penjajahan ga di rawat dengan baik kayak di Euro. Jadi ya ga ke urus gitu, padahal klu di urus dengan baik q yakin tu bangunan keren banget. Banyak yg udh rusak baik pintu maupun atapnya, ada yg hampir roboh malah.
Sebenarnya q di sana pengin nyewa sepeda onthel, secara udah lama juga ga ngonthel ria. Tapi selidik punya selidik ternyata onthelnya ga ngonthel sendiri, tapi di bonceng, malas banget dah. Akhirnya ga jadi lah acara ngonthel ria nya.
Habis muter-muter kawasan kota tua, kita bertiga pergi ke museum bank mandiri, tapi Amri akhirnya ga ikut. Jadi q ma Yohana doank yang masuk museum. Dan q masuknya gratis karena q punya ATM Mandiri, padahal udh ga nabung di bank Mandiri, hehehe. Setelah masuk, kok q ga mood ya lihat koleksinya. Tapi q mood banget ama gedungnya yang kuno gitu. Akhirnya kita berdua muter-muter deh, dan enaknya klu jalan ma Yohana itu dia ga banyak request,ga banyak cing cong jadi ya kebanyakan q yang nentuin mau ke mana kita?
Dan beginilah saudara-saudara moral generasi muda kita, klu ke museum bukannya mempelajari sejarah bangsa tapi malah asyik berfoto ria. Ya sejujurnya itu lah yang kita lakukan, foto-foto di lokasi yang kita anggap bagus.
Dan di Museum Bank Mandiri q paling terkesan ama interior lift-nya yang di desain sekuno mungkin. Jadi benar-benar serasa naik lift zaman Belanda. Dan karena q sangat suka ama bangunan kuno-kuno kayak gini yang artistik, georgous, dan seram. Aku jadi berpikir buat syuting film horor tu paling tepat di sini, karena banyak ruangan, lorong yang panjang, dan suasana yang mencekam.
Lumayan puas se klu untuk wisata gedung-gedung tua di kota, walaupun kompleksnya ga terlalu besar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s