Posted in Tugas

Resensi Buku : Dwilogi Padang Bulan & Cinta Di Dalam Gelas

Untuk kali ini saya akan membuat resensi buku dari pengarang favorit saya, yaitu Andrea Hirata. Buku Andrea Hirata yang akan saya buat resensinya adalah Dwilogi Padang Bulan. Dwilogi Padang Bulan ini adalah sebuah buku yang terdiri dari dua cerita yang saling berhubungan, yaitu novel pertama dengan judul Padang Bulan dan novel kedua dengan judul Cinta Di Dalam Gelas.
Buku ini diterbitkan oleh penerbit Bentang dan terbitan pertama adalah Juni 2010. Sekali lagi Andrea membuat buku dengan latar belakang lingkungan dan budaya Belitung. Buku ini menceritakan tentang perjuangan seorang gadis kecil dari keluarga miskin. Gadis bernama Enong tersebut adalah seorang gadis Belitung yang sangat gemar dengan bahasa Inggris. Namun dia tidak dapat melanjutkan sekolahnya karena ayahnya meninggal.
Sebagai anak tertua dia harus membantu ibunya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Oleh karena itu Enong keluar dari sekolah dan mulai mencari pekerjaan. Tapi walaupun dia berhenti sekolah bukan berarti Enong berhenti belajar. Enong tetap mempunyai semangat belajar yang tinggi, terutama belajar Bahasa Inggris.
Waktu berlalu, Enong telah menjadi seorang perempuan dewasa. Enong yang semenjak ayahnya meninggal bekerja banting tulang menjadi tulang punggung keluarga agar adiknya tetap bisa sekolah dan keluarganya tetap bisa makan setiap hari.
Dalam buku ini selain menceritakan potret kehidupan masyarakat Belitung yang gemar nongkrong di warung kopi dan bermain catur serta tokoh utama Enong yang mempunyai semangat belajar yang tinggi. Dalam buku ini juga tetap ada cerita cinta antara Andrea dengan cinta matinya A Ling. Andrea yang cemburu terhadap seorang pedagang cina yang dekat dengan A Ling, yang ternyata hanya miss communication.
Buku ini juga menceritakan tentang kehidupan cinta Enong, yang cukup menyedihkan. Tapi sekali lagi Enong tidak menyerah begitu saja, karena Enong dapat membalas sakit hatinya dengan cara yang lebih elegan, cerdik, yang tidak pernah terpikirkan oleh siapa pun.
Membaca buku ini, seperti membaca buku Andrea yang sudah terbit sebelumnya. Bagaimana Andrea bercerita, menertawakan realitas kehidupan, menggambarkan tentang kebudayaan dan pemandangan alam Pulau Belitung yang selalu membuat saya semakin bersemangat untuk pergi ke sana.
Menurut saya, buku ini juga masih menyampaikan pesan moral yang sama seperti buku-buku Andrea yang sebelumnya, bahwa jangan pernah menyerah pada nasib. Karena kita bisa merubah nasib tersebut dan bahwa belajar adalah hal yang sangat penting. Untuk belajar kita tidak harus selalu melalui pendidikan formal, kita bisa belajar lewat kursus, seperti Enong di usianya yang tak lagi muda dengan semangat belajar yang tinggi ikut kursus Bahasa Inggris tanpa ada keraguan atau tidak percaya diri karena teman-teman sekelasnya adalah anak-anak usia sekolah.
Bagi saya pribadi buku ini sangat patut untuk dibaca, terlepas dari saya penggemar berat Andrea Hirata. Karena pesan moral yang disampaikan sangat mengena, bagaimana kita ingin merubah nasib dengan belajar dan tidak ada kata terlambat untuk belajar. Bagaimana potret masyarakat salah satu pulau di Indonesia, yang membuat saya berpikir bahwa Indonesia memang sangat indah, sangat kaya dengan beragam budaya dan bahasa dan membuat saya berpikir andai saja jika ada orang seperti Andrea di setiap pulau atau daerah di negeri ini.
Bagi teman-teman yang belum mengenal siapa Andrea Hirata disini saya ambilkan dari Wikipedia profil dari Andrea Hirata :

Andrea Hirata Seman Said Harun (lahir 24 Oktober) adalah seorang penulis Indonesia yang berasal dari pulau Belitong, propinsi Bangka Belitung. Novel pertamanya adalah novel Laskar Pelangi yang merupakan buku pertama dari tetralogi novelnya, yaitu :
Laskar Pelangi
Sang Pemimpi
Edensor
Maryamah Karpov
Laskar Pelangi termasuk novel yang ada di jajaran best seller untuk tahun 2006 – 2007.
Selain Tetralogi laskar pelangi, Andrea juga menghasilkan karya lain, yaitu Padang Bulan & Cinta di Dalam Gelas yang terbit tahun 2010.
Meskipun studi mayor yang diambil Andrea adalah ekonomi, ia amat menggemari sains–fisika, kimia, biologi, astronomi–dan tentu saja sastra. Andrea lebih mengidentikkan dirinya sebagai seorang akademisi dan backpacker. Sedang mengejar mimpinya yang lain untuk tinggal di Kye Gompa, desa di Himalaya.
Andrea berpendidikan ekonomi di Universitas Indonesia, mendapatkan beasiswa Uni Eropa untuk studi master of science di Universite de Paris, Sorbonne, Perancis dan Sheffield Hallam University, United Kingdom. Tesis Andrea di bidang ekonomi telekomunikasi mendapat penghargaan dari kedua universitas tersebut dan ia lulus cum laude. Tesis itu telah diadaptasikan ke dalam Bahasa Indonesia dan merupakan buku teori ekonomi telekomunikasi pertama yang ditulis oleh orang Indonesia. Buku itu telah beredar sebagai referensi Ilmiah. Saat ini Andrea tinggal di Bandung dan masih bekerja di kantor pusat PT Telkom.

Advertisements

5 thoughts on “Resensi Buku : Dwilogi Padang Bulan & Cinta Di Dalam Gelas

  1. WOW…HEBAT,,,trims ya buat cuplikan resensinya,,,aq juga penggemar berat andrea,,q uda baca ke enam novelnya,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s