Posted in Tugas

Jurnal Bisnis dan Manajemen

Tugas ketiga mata kuliah Teori Organisasi 1 adalah mencari jurnal yang berhubungan dengan organisasi. Berikut ini saya ambil sebagian isi dari Jurnal Bisnis dan Manajemen Volume 5 No.1 yang beredar pada September 2008.

Sebuah organisasi untuk mampu bersaing di dalam industri harus memiliki
kompetensi agar memiliki daya saing. Kini tidak hanya organisasi profit yang
dituntut untuk memiliki daya saing, organisasi nonprofit (nirlaba) juga dituntut
untuk bekerja secara profesional laiknya organisasi swasta. Sebuah organisasi
dituntut memiliki misi yang jelas (Drucker, 1993), serta mampu bertahan
dengan perubahan lingkungannya (Armitage, 1992).
Universitas Lampung (Unila) adalah salah satu universitas negeri yang masih
mendapatkan subsidi dari pemerintah. Menjelang kampus-kampus negeri
menjadi organisasi Badan Hukum Pendidikan (BHP), Unila tentu perlu
mempersiapkan diri untuk mampu bersaing di dalam lingkungan pendidikan
khususnya di Lampung dan universitas-universitas lainnya di Indonesia.
Gagasan otonomi kampus untuk lebih memandirikan universitas agar dapat
lebih bertumbuh dan berkembang dalam realisasi “world class university”, harus
dimulai dari momentum awal. Kelengahan ketidakjelasan manajemen otonomi
kampus yang terlalu lama dapat membuat jebakan kejenuhan rektorat
berkepanjangan yang berakibat pada kebuntuan pada komitmen dan spirit yang
mula-mula. Bahkan, akan semakin memupus impian universitas dengan
keunggulan dalam hal kualitas pendidikan, pengajaran, penelitian, pelayanan,
kesejahteraan pendidik, “kebebasan finansial” dan demokratisasi (Tung, 2004).
Menuju kampus berbadan hukum, Unila harus mempersiapkan diri
menjalankan manajemen organisasinya layaknya manajemen
perusahaan/bisnis. Oleh karena itu manajemen yang dijalankan pun sejatinya
dapat beradaptasi dengan perubahan lingkungan. Karyawan yang berkualitas
merupakan unsur terpenting di dalam organisasi dalam menghadapi
perubahan. Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya ditemukan bahwa Unila
belum memiliki budaya kerja (Keumala-Hayati, 2007), juga hingga saat
penelitian ini dilakukan. Hal ini tentu sangat disayangkan mengingat
pentingnya budaya kerja dalam upaya menunjang pencapaian visi, misi dan
strategi organisasi. Budaya kerja adalah nilai-nilai luhur yang dianut dalam
suatu organisasi untuk meningkatkan kinerja pegawainya. Budaya kerja yang
dimaksud Robbins (1998:245) adalah individual autonomy, structure, support,
identity, performance reward, conflict tolerance, dan risk tolerance.
Budaya kerja mengandung arti, pertama budaya kerja dalam suatu organisasi
berkaitan dengan nilai yang dianut oleh individu yang ada dalam organisasi.
Nilai-nilai tersebut menginspirasi individu untuk menentukan tindakan dan
perilaku yang dapat diterima oleh organisasinya. Kedua, nilai yang membentuk
budaya kerja dalam organisasi (landasan dasar budaya kerja) seringkali
diterima begitu saja, tidak tertulis tetapi merupakan hasil suatu kompromi
bersama para individu organisasi. Ketiga adanya atribut sebagai bahasa
komunikasi untuk mentransfer nilai-nilai budaya. Atribut yang digunakan
organisasi mengandung pesan atau makna yang dapat dipahami segenap
anggota organisasi (Jebarus, 2000:56).
Kemampuan budaya dalam mempengaruhi perilaku karyawan memainkan
peranan penting dalam suatu perusahaan. Pentingnya budaya perusahaan
ditekankan Bliss (1999) karena budaya merupakan keseluruhan nilai-nilai, sifatsifat,
perilaku yang diterima (baik ataupun tidak baik), cara melakukan sesuatu
dan lingkungan politik perusahaan. Pemaksaan suatu budaya dapat
menimbulkan ketidakcocokan (misfit) antara karyawan dengan perusahaan
sehingga dapat mempengaruhi kondisi psikologis karyawan yang merasa tidak
nyaman dalam bekerjasama. Selanjutnya karyawan dapat menyebabkan
kerusakan dalam unit-unit departemen (Bliss, 1999). Hal ini jelas akan
merugikan perusahaan.
Berdasarkan fenomena dan penjabaran pentingnya budaya kerja organisasi,
maka penelitian ini berupaya menggali nilai-nilai budaya yang tumbuh di
dalam organisasi Unila. Hal ini penting dilakukan untuk menghindari
pemaksaan suatu budaya di luar budaya yang telah berjalan, karena saat ini
Unila sedang merancang suatu budaya kerja. Hasil temuan budaya kerja yang
ada akan memudahkan penentuan budaya kerja yang tepat serta memudahkan
proses penetrasi budaya baru nantinya dalam upaya menuju kampus
profesional yang otonom.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s