Posted in story

counting down to turn on 21 :)

Ketika kalian ulang tahun apa yang kalian pikirkan? Atau mungkin punya harapan ini, pengen dapat kado itu. Saya sendiri sebelum berumur 12 tahun hampir melalui semua ulang tahun saya dengan biasa, ya keluarga saya terlalu cuek. Orang tua saya hanya ingat tahun kelahiran saya, kecuali mereka lihat akta/KTP baru tahu saya lahir bulan dan tanggal berapa. Waktu SD juga jarang teman yang merayakan pesta ulang tahun, bisa dihitung dengan 1 tangan sepertinya. Paling sepupu-sepupu saya yang sering merayakan ulang tahun, jadi tidak ada keluarga saya yang menghadiri acara ulang tahun saya karena saya tidak pernah merayakan.
Ketika kelas 1 SMP teman-teman sekelas ngerjain saya, saya sudah merasa kalau mereka akan mengerjai saya, karena sudah jadi tradisi di kelas saya jika ada yang ulang tahun pasti kita ngerjain atau ngasih kado. Waktu itu saya sengaja minta di antar jemput oleh ayah saya. Begitu bel tanda pulang sekolah dibunyikan saya langsung lari karena saya tau saya akan dikerjain, ternyata saya kalah cepat, teman saya Doni berhasil menarik saya dan membenturkan saya ke tembok akhirnya saya disekap rame-rame dan di siram pakai air. Saya pulang basah kuyup dan bawa banyak kado, saat itu tentu saja saya terharu sekali karena akhirnya ada yang ingat tanggal ulang tahun saya, ada yang memberi saya kado. Dan sepertinya tren kado saat itu adalah buku diary dan frame foto, jadi 2 barang itu yang paling banyak jadi kado saya. Buku diary dan ucapan selamatnya masih saya simpan sampai sekarang, karena saya jarang menulis diary.
Ketika kelas 2 SMP saya sengaja minta uang ke orang tua saya untuk mentraktir beberapa teman terdekat, waktu itu memang tren-nya jika ada yang ulang tahun adalah mentraktir teman. Tapi alasan sebenarnya bukan karena ingin mengikuti tren tersebut, tapi karena saya ingin menghibur sepupu saya. Kebetulan tante saya (ibunya) meninggal beberapa hari sebelum saya ulang tahun, dan karena dia kenal beberapa teman saya. Makanya saya sengaja ingin menghibur dia dengan mengadakan traktiran dan tentu saja mengundang dia, tapi akhirnya malah saya yang menangis karena saya tahu dia tertawa, tersenyum tapi itu bukan senyum dan tawa dia yang dulu. Saya merasa gagal untuk menghiburnya, dan saya tidak bisa menahan air mata saya untuk menangis. Tentu saja semua teman saya heran, dan bertanya kenapa dan tentu saja saya berbohong saya bilang saya menangis karena terharu 😀
Ketika kelas 3 SMP sepertinya sudah terlalu sibuk untuk memikirkan ulang tahun, tapi sahabat-sahabat saya memberi kejutan dengan datang ke rumah dan membawa kue tart kecil dan tentu saja kita main corat-coret dengan butter cream, lari-lari karena tidak ada yang mau mukanya di coret-coret dengan butter cream. Dan saya memasak spagheti untuk mereka, ya saat itu hingga sekarang masakan saya yang layak makan hanya spagheti 😀
Beberapa hari kemudian sahabat saya mengajak makan di cafe dekat sekolah dan ternyata saya dikerjain lagi, mereka menyiram saya dengan soft drink. Saya ingat begitu sampai rumah badan saya lengket semua dan seragam sekolah saya jadi berwarna pink karena mereka menyiram saya dengan fanta. Eh, saya jadi ingat tren ulang tahun waktu kelas 3 SMP adalah menyiram dengan soft drink, iya waktu itu ada minuman baru yaitu Tebs , teh bersoda. Jadi jika kita kocok setelah itu kita buka pasti akan menyembur kemana-mana.
Ketika kelas 1 SMK, saya lupa ada yang ingat ulang tahun saya atau tidak. Tapi yang jelas sahabat-sahabat saya di Pare masih mengirim SMS untuk mengucapkan ulang tahun. Ketika kelas 2 SMK, saat itu adalah ulang tahun saya yang ke-17 dan beberapa hari sebelum ulang tahun saya, 2 handphone saya dicopet di terminal Landungsari ketika saya hendak pulang ke Pare. Dan ternyata sahabat-sahabat saya masih ingat ulang tahun saya, dan ternyata mereka menghubungi saya untuk mengucapkan sweet seventeen dan tentu saja pesan itu tidak sampai ke saya karena handphone saya hilang. Saya baru tahu beberapa bulan kemudian dari cerita mereka. Waktu itu saya hanya merayakan dengan makan bersama dengan teman 1 kamar dan 1 orang teman saya.
Ulang tahun ke-18 tidak ada perayaan apa pun, tidak ada yang ingat juga sepertinya.
Ulang tahun ke-19, hanya teman kantor yang ingat.
Ulang tahun ke-20 juga hanya teman kantor dan beberapa teman yang ingat dan makan-makan bersama beberapa teman kantor.
Ulang tahun ke-21 saya tidak tahu, sepertinya apa yang sudah saya pikirkan beberapa bulan yang lalu hilang saja. Jadi saya juga sepertinya akan melewatinya seperti biasanya. Nothing special 🙂
Tapi sebenarnya ada harapan lain yang saya inginkan, saya ingin dikerjain. Saya ingin disiram air, disiram soft drink, corat coret pakai butter cream..syukur-syukur dapat banyak kado *ngarep.com 😀

Advertisements

8 thoughts on “counting down to turn on 21 :)

    1. @sadomasochist
      hahaha, benar juga. semoga kesempatan kedua seperti yang diharapkan 😉 . btw, kenapa pakai nama user itu? hehehehee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s