Posted in story

1001 alasan untuk pergi…

Cerita awalnya, kapan-kapan saja ya saya cerita..kalau tidak malas dan berubah pikiran. Intinya saya lagi suka sama pemain sepak bola, yup anggap saja saya follower sejatinya JuPe yang punya pacar pemain sepak bola. Jika cinta itu dari mata turun ke hati, kali ini saya mengamininya, ya saya jatuh cinta dengan matanya. Pandangan matanya yang tajam, misterius nan teduh dan minta dicolok (becanda kalau yang ini).
Sebelumnya saya tidak dekat dengannya, dan karena sebuah konspirasi alam saya mendadak dekat. Dan naas-nya dia selalu berlaku baik terhadap saya, dari dia yang menyenangkan, punya selera humor, down to earth, apa adanya, tapi saya paling tidak suka dengan sifat rendah dirinya yang tidak penting itu (saya tidak akan menjelasakan dimana tidak pentingnya, cukup kita berdua saja yang tahu :P)
Saya tidak mau sakit hati lebih dalam (sumur kaliiii …) dan menebak-nebak buah simalakama (#ngasal mode on), jadi saya sampaikan bahwa saya takut berteman dengan dia karena saya takut jatuh hati dan yang namanya jatuh itu biasanya sakit dan saya sendiri dalam masa rehabilitasi hati yang mana membuat saya makin protektif terhadap hati saya *senggol bacok mode on *.
Dan dari hasil diskusi selama 3 jam 2 hari (diatas jam 00.00 sudah ganti hari bukan ?) yang bikin saya besoknya hampir hilang kesadaran karena ngantuk sekali dan kerjaan yang kayak kejatuhan durian runtuh yang kulitnya nancap langsung dikulit tangan saya 😦
Intinya kita hanya berteman dan yang semakin membuat saya respect sama dia, saya suka sekali dengan semua hal yang dia katakan dalam diskusi lintas hari itu. Jujur saja saya belum pernah bertemu dengan pria seperti itu, dan tidak tahu kenapa saya percaya bahwa apa yang dia katakan waktu itu beneran tulus dari hati, bahkan dia masih bisa membuat saya tertawa terbahak-bahak walaupun dia tinggal 2 watt. Saya berpikir berteman cukup lebih dari cukup malah, pada saat itu. Keesokan harinya saya mendadak berubah pikiran, saya ingin dengan dia bukan karena apa dan gimana karena saya merasa dia beneran bisa seperti teman dan selama ini saya mencari pasangan yang bisa menjadi teman bagi saya.
Dan setelah menganalisa melalui pandangan facebook dan dari apa yang saya lihat dari dia, saya pikir lebih baik saya pergi, mengalah untuk menang, menang karena saya tidak ingin terluka. Dan alasan itu adalah :
1. Dia terlalu baik, dia tetap berlaku baik dan tidak berubah setelah percakapan lintas malam, lintas hari itu, jika saya tetap dekat-dekat dengan dia bukan tidak mungkin perasaan itu makin tidak terkendali. Dan jika dia tetap saja ingin berteman, bisa ditebak siapa yang mau terjun ke sumur *kidding*
2. Melalui pandangan FB saya menganalisa bahwa fans-nya bejibun yang mana saya jadi merinding disko karena mereka cantik-cantik dan sexy
3. Dan saya tidak pernah tahu, apakah dia sudah mempunyai idaman hati karena ketika saya tanya, dia bilang semua dia anggap teman. OK, saya tidak mau digantung di bungee jumping
4. Tadi pagi saya membaca ini di TL saya ” You don’t need me. So why I have to need you?! Just leave and focus with the other that need me.” via @nizamilputra . Dan hal itu yang membuat saya berpikir dan menginspirasi saya untuk menulis ini semua
5. Saya tidak mau terpaku di satu pintu yang sudah tertutup, walaupun sebenarnya masih ada harapan untuk terbuka, tapi saya tidak pernah tahu ada berapa kemungkinan pintu itu akan terbuka. Apakah terbuka lebar, atau terbuka sedikit jadi badan saya tidak muat untuk masuk
6. Saya tidak mau lagi looks like cranky and damn girl anymore in front of him
mungkin Tuhan kadang tidak memberikan apa yang kita minta bukan karena Dia ingin menghukum kita, mungkin Tuhan lebih tahu apa yang kita butuhkan….mungkin banyak hal yang kurang baik padanya yang kita tidak tahu dan tentu saja Tuhan lebih tahu, dan karena Dia tahu dan sayang ke kita Dia tidak ingin kita mendapatkan hal itu

Advertisements

2 thoughts on “1001 alasan untuk pergi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s